Perang dengan Inovasi Teknologi Akustik

Tuliasan ini sebagai tugas matakuliah Akustik (TF-3104) dengan dosen Pak Joko Sarwono
Dalam masa damai kemajuan-kemajuan ini tidak akan tercapai. Atau bila tercapai juga, tentu dalam jangka waktu yang jauh lebih lama. Tetapi dalam perang, uang dan tenaga tidak jadi soal. (kutipan dari buku Perang Eropa jilid 1 tentang kemajuan teknologi pada masa perang).
Teknologi di bidang [...]

Tuliasan ini sebagai tugas matakuliah Akustik (TF-3104) dengan dosen Pak Joko Sarwono

Dalam masa damai kemajuan-kemajuan ini tidak akan tercapai. Atau bila tercapai juga, tentu dalam jangka waktu yang jauh lebih lama. Tetapi dalam perang, uang dan tenaga tidak jadi soal. (kutipan dari buku Perang Eropa jilid 1 tentang kemajuan teknologi pada masa perang).

Teknologi di bidang akustik untuk peperangan sudah berkembang sejak perang dunia kedua. Ketika itu, para ilmuan Jerman dibawah kekuasaan Adolf Hitler membuat ranjau akustik, sebuah ranjau yang akan meledak disebabkan suara berisik kapal ataupun kapal selam. Ranjau ini dibuat dengan tujuan utama meledakan kapal perbekalan dan juga kapal perang Inggris. Selain itu sebagai balasan atas kerusakan yang disebabkan ranjau magnetis Inggris yang telah merusakan banyak kapal perang Jerman. Ranjau ini bekerja dengan baik sebagai senjata penghancur kapal inggris disamping kapal selam U-Boot.

 

Ranjau Akustik

Ranjau Akustik

 

Ilmuan Inggris kemudian menjawab dengan bagian hulu kapal yang sengaja diberikan suara berisik dengan tingkat tekanan suara tinggi. Suara itu dapat menghancurkan ranjau tanpa membahayakan kapal. Kemudian Jerman memodifikasi ranjau akustiknya dengan dapat menunda ledakan beberapa saat, sehingga walaupun Inggris melakukan “pembersihan”, ranjau akustik tetap meledak dan merusakan kapal.

Perang sarjana antara Inggris dan Jerman telah membawa inovasi dalam pengembangan ranjau akustik. Pada prinsipnya ranjau akustik merupakan sebuah tipe ranjau yang merespon perubahan tekanan dan informasi akustik. Ranjau akustik yang digunakan pada perang dunia kedua secara pasif akan mendengarkan suara kapal dan meledak. Perkembangan selanjutnya, ranjau akustik modern dapat bekerja secara pasif dan aktif. Dalam kondisi aktif, ranjau dapat mengirimkan sinyal akustik untuk mencari dan mengidentifikasi target. Jika tidak dengan ranjau akustik, maka torpedo diluncurkan untuk menghancurkan target.

Ranjau akustik menggunakan sebuah hydrophone  sebagai alat pendengar utama. Hydrophone merupakan microphone yang didesain untuk keperluan bawah laut dengan memakai transduser piezoelektrik yang mengubah perbedaan tekanan menjadi aliran listrik. Dengan dilengkapi Hydrophone, ranjau akustik dapat “mendengar”  noise yang disebabkan mesin, baling-baling kapal dan lainnya yang disebabkan oleh pergerakan kapal. Noise inilah yang menggerakan diaphragm pada hydrophone kemudian menekan saklar yang menyebabkan sirkuit elektrik internal  mengatur peledakan.

Tidak hanya merespon informasi besaran akustik yang didapat, ranjau akustik modern juga diprogram untuk merespon perubahan tekanan. Kapal yang sedang berlayar akan menyebabkan perubahan ketinggian air yang menyebabkan perubahan temperatur dan dapat dimonitor ranjau akustik. Beberapa dari ranjau cerdas ini dapat membedakan kapal besar dan kapal kecil sehingga hanya membahayakan kapal perang dengan ukuran besar dan aman untuk kapal-kapal kecil seperti kapal nelayan.

Selain ranjau yang dapat “mendengar”, senjata dengan teknologi akustik lainnya adalah torpedo akustik. Torpedo yang biasanya ada di kapal selam ini ditembakan ke sumber suara yang memiliki karakteristik tertentu atau mencari sumber itu dengan menggunakan Sound Navigation and Ranging(SONAR).

 

Torpedo Akustik

Torpedo Akustik

 

Torpedo dengan jarak tembak menengah ini  pertama kali dikembangkan oleh Jerman pada kapal selam U-Boat.  Ketika itu digunakan untuk menghancurkan konvoi kapal perdagangan Inggris. Sebelum torpedo ini ditembakan, target “dikunci”. Sebuah fire control system akan mengatur  pencarian target serta menghitung parameter seperti jarak torpedo dengan target.

Pada dasarnya torpedo akustik dilengkapi dengan sensor akustik dengan mid-frequency yang didesain untuk mendeteksi sumber suara yang bergerak  atau mencari target dengan bantuan (SONAR).  Secara teknis, sensor yang digunakan adalah dua hydrophone di masing-masing sisi. SONAR merupakan teknik menggunakan propagasi suara bawah laut untuk berkomunikasi atau mendeteksi sesuatu. Ketika torpedo dengan SONAR pasif sudah mendeteksi target, maka akan berpindah ke sistem SONAR aktif lalu memulai untuk menyerang.

Teknologi akustik dalam perang juga dapat digunakan untuk menjaga wilayah teritorial perairan. Para ilmuan menempatkan dalam beberapa sensor akustik dan peralatan sonar khususnya pada kapal.  Penggunaan spektrum akustik memungkinkan suatu negara mengenali benda asing seperti kapal musuh yang masuk ke wilayah mereka.

Kemudian banyak kapal selam yang mempunyai peralatan yang dapat membuat keadaan akustik tertentu yang  sulit dideteksi musuh, hal ini memungkinkan mereka  untuk bergerak diam-diam atau berada pada sebuah “perisai” akustik yang membuat tidak jelas pihak musuh dalam menangkap karakteristik suara kapal. Selain itu Emisi Energi Akustik di kapal selam juga digunakan untuk mengacaukan sistem elektronik musuh dan dapat memblokir pemakaian spektrum akustik  namun tidak menganggu sistem pada kapal atau kapal selam sendiri.

 

U-Boot

U-Boot

 

Konsep “perang akustik” ini juga dimulai pada masa perang dunia kedua, ketika kapal selam Jerman U-boat yang dapat mendeteksi secara jitu keberadaan kapal perang sekutu kemudian menghancurkannya lalu menghilang. Kapal selam andalan Hitler ini merupakan alat perang yang memanfaatkan emisi akustik untuk bergerak secara diam-diam di wilayah berbahaya musuh tanpa ketahuan. Ratusan ribu ton total berat kapal yang dihancurkan U-boat namun disisi lain merupakan tonggak awal perkembangan teknologi akustik, terutama dalam bidang militer. Terbukti banyak negara setelah perang dunia kedua melakukan riset dan investasi dalam jumlah besar untuk mengembangkan kapal atau kapal selam terutama dari sisi akustik untuk pertahanan negara.

Sumber

http://www.wisegeek.com/what-is-an-acoustic-mine.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Acoustic_mine

http://en.wikipedia.org/wiki/Acoustic_torpedo

P.K.Ojong.2006.Perang Eropa Jilid 1. Jakarta : Penerbit Buku Kompas.

6 Comments

  1. giovaniharyadi added these words on May 13, 2009 | Permalink

    test

  2. orhan added these words on May 17, 2009 | Permalink

    ok gan! di tunggu postingan2 selanjutnya

  3. Derekp added these words on June 25, 2009 | Permalink

    I think i’ve seen this somewhere before…but it’s not bad at all

  4. giovaniharyadi added these words on July 6, 2009 | Permalink

    thx..emang dari berbagai sumber

  5. afgan added these words on October 22, 2009 | Permalink

    artikel yang bagus.!!

  6. giovaniharyadi added these words on October 28, 2009 | Permalink

    thx :)

POST A COMMENT

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

TUGAS AKUSTIK

Perang dengan Inovasi Teknologi Akustik

Mengenai Radar akustik, Countermeasure dan Torpedo Akustik sebagai tulsan untuk tugas matakuliah akustik

SMART YARIS

Gue dan Toyota Desain Competition bagian pertama

Konsep smart Yaris dan hasil renderingnya untuk lomba dengan tema 'Yaris in Your Imagination'

Gue dan Toyota Desain Competition bagian kedua

Pesan Moral : waktu itu benar-benar uang

CEPEN

Rina Sayang Bang Yadi