menulis kata-kata yang bisa dicitrakan dengan kamera dan diimajinasikan lewat gambar

Meeting Devil Again

Posted: October 30th, 2009 | Author: giovaniharyadi | Filed under: .english, .goodmorning | No Comments »

Back to Undefined realm where I had met Devil before, Unfortune for both of me and devil, we meet again. Devil wears better dress with White T-shirt, jeans and swallow sandal.
“Hey yo, I feel confuse again with human attitude.” Devil just starts conversation with no welcoming word again.
“Which one now?” I forced my self to use English because Devil tried speaking English.
“ I saw old woman read Qur’an?”
“what a pitty devil, why you confused about that?”
“Waiting until the end sob, The old man didn’t wear headscarf and raised up her leg on chair. She read qur’an like the child read a story book, not fluent but great passion.”
“I don’t understand.”
“What a pitty human, why you didn’t understand about that.” I felt de javu to hear that question.
“Ok, explain to me.”
Devil laughed for several second then said, “yeah, I know reading qur’an is not good for me, but her attitude when read itwill make madness of god. It’s good, you know. I confuse why human do good job with bad attitude.
“Hey, why I say it to you, it’s good for you and my father will bully me again.”
I laughed, “What a pity devil.” After laughing, I thought about what devil said.
Hmm..

Tweet this!Tweet this!

Ini Puisi Loh

Posted: October 29th, 2009 | Author: giovaniharyadi | Filed under: .goodmorning, .life | 2 Comments »

Pagi itu cerah
Hamparan sinar matahari memasuki kamar
Tetapi tidak cukup menyinari pikiranku
Otak terasa kosong
Hampa
Seakan tidak ada aliran darah dan gairah

Tiba-tiba dia datang
Di tengah kegelapanku dia terlihat jelas
Mata hitamnya yang berbinar memandang hangat ke arahku
Bibirnya membentuk garis lengkung
Dia tersenyum dan kemudian seakan membentuk kata-kata
Sayang, shalat dulu

Aku terbangun dan melihat jam dinding
Hari ini sudah dimulai dan memang harus dimulai
Aku tersenyum dan kali ini hampa itu tidak ada lagi
Lupakan semua yang membuat kehampaan itu
Ambil wudu dan menghadap yang kuasa
Setelah itu aku kembali lagi ke hidupku
Hidupku kelak bersama dia karena Dia

Kemudian senyum itu rasanya terus bersamaku

Tunggu aku sayang
Tunggu hingga aku hingga siap

Tweet this!Tweet this!

Ketemu Setan

Posted: October 28th, 2009 | Author: giovaniharyadi | Filed under: .goodmorning, .life | 1 Comment »

Dalam suatu alam, gue ketemu setan. Dia bertanduk, merah dan tidak mempunyai baju selayaknya manusia. Giginya tidak begitu runcing, ototnya tidak kekar karena pekerjaannya lebih membutuh otak daripada otot. Kali ini muka setan marah, lebih merah dari biasa.

“Yo, please stop bullying.” Setan ini masih muda dan dia mencoba berbahasa inggris. Sepertinya dia mencoba sesuatu yang global
“Kenapa?” Jawab gue, penasaran.
“Lu lebih jago dari gue soal hina-hinaan, kadang-kadang gue ngga kepikiran ngomong begitu. Akhirnya gue diketawain ma bokap. Masa manusianya lebih jahat dari setannya?”
“Jaman sudah berubah apa ya yo?”
Gue bengong.

Tweet this!Tweet this!

Prosedur Kehilangan Handphone

Posted: October 18th, 2009 | Author: giovaniharyadi | Filed under: .life | 2 Comments »

Hari kedua fitness, atau hari kedua gue melawan perut gede di bawah dada ini. Gue membawa tas berisi dompet ,headset ,5800 dan baju plus biore yang katanya bisa membuat makin putih, energizing white. Menyimpan barang di loker, kemudian menuju ke bawah untuk usaha lanjutan menghilangkan bagian tubuh yang udah jadi treadmark gue : perut seksi dengan kebulatan sempurna.

Ketika menutup loker, sepintas ada peraturan yang ditempel di pintu bagian dalamnya. Sesaat terpikir untuk membaca, tetapi tidak jadi. Begitu juga ketika kembali membuka loker setelah satu jam lebih-lebih sedikit gue sementara mengalahkan lemak diperut, melihat kembali peraturan itu. Gue kembali menganggap itu sebagai kertas yang keberadaannya cuma memalingkan pandangan visual sesaat tanpa harus diproses lebih lanjut.

Gue mengobrak-abrik tas adidas coklat selempengan gue, perasaan mengatakan gue membawa telepon genggam. Mencoba melihat dari sudut pandang berbeda, kali ini berdiri dan mengatur sudut hampir tegak lurus terhadap tas. Mencari-cari dan tetap tidak ditemukan. Pikiran mulai tidak logis, jika melihat masalah dari sudut pandang berbeda bisa berbeda pula hasilnya. Tetapi mengapa kali ini hasilnya tetap sama : 5800 ExpressMusic warna abu-abu gue tetap tidak ditemukan. Baru kali ini gue membaca peraturan di kertas putih, “Barang berharga jangan disimpan di loker dan kehilangan tidak menjadi tangung jawab kami.”

Akhirnya gue berharap teman gue benar : ketinggalan di kosan. Lalu gue pulang dengan memutar memori walaupun badan keletihan. Berharap salah karena analisa gue mengatakan membawa handphone ke tempat fitness.

Kamar gue berantakan, levi’s, kemeja dan handuk ada di atas tempat tidur. Berbagai kertas dan sketchbook jika pandangan gue mencari di atas meja. Karpet pun tidak kalah ramai, ada tas, buku juga beberapa majalah. Melihat kamar berantakan hanya sedikit menambah waktu delay untuk menyadari 5800 benar-benar berpindah tangan secara sepihak.

Gue menyusun sebuah prosedur kehilangan handphone, untuk jaga-jaga dan agar segalanya berjalan lancar demi satu tujuan, normalisasi hidup dengan kalau bisa handpone baru dan nomor yang bisa ada dimana mana. Jadi dua tujuan kalau begitu. Berikut prosedurnya dengan intuisi orang pasrah kehilangan,

1. Beritahu orang tua jika handphone masih dibelikan. Yah intinya memberi tahu sumber uang untuk membeli barang yang mayorias berbentuk persegi panjang itu.

2. Usahakan mempunyai handphone secepatnya, tidak peduli mencari atau membeli.

3. Umumkan nomor baru ke kerabat dan teman terdekat.

4. Biasakan diri dengan kondisi handphone dan nomor baru.

Prosedur pertama langsung lakukan setelah sampai di kosan abang gue. Pada awalnya kebingungan dengan begitu banyak tombol di blackberry. Berpikir bahwa Iphone dan Blackberry sangat berbeda untuk hal ini, jumlah tombol. Dengan sedikit instruksi dari sang pemilik, akhirnya gue bisa berbicara dengan Bokap.

Ketika itu hampir pukul sepuluh malam gue meminta Bokap untuk telepon balik.

“Pa, handphone hilang. Di tempat fitness tadi.”

Suara bokap gue terdengar parau, baru bangun tidur, “Kok bisa?”

Kemudian menjelaskan kronologis yang hampir mirip dengan yang dijelaskan ke abang gue. Masih dengan suara mengantuk yang jelas, “Jadi sekarang bagaimana?”

“Yah pake yang ada aja dulu Pa.”

“Oh, ya. Nomornya berapa?”

“Yang 0856 dulu pa.”

“Oh ya udah kalau begitu.” Bokap gue sepertinya mengakhiri dan gue merasa sangat tepat waktu menelpon ketika akan tidur. Mungkin kalau siang hari cerita akan berbeda. Berarti detail prosedur untuk poin pertama : pilih waktu ketika Bokap lu akan tidur dan siapkan cerita dengan baik.

“Tapi ngga ada duit beli handphone lagi ya.” Kata Bokap gue. Sesaat gue terdiam ketika telepon berakhir. Walaupun dalam kondisi tidak sadar penuh, Bokap gue selalu penuh perhatian dengan yang namanya duit. Harapan kosong mendengar “Ya udah kamu mau diganti apa” sepertinya sia-sia.

Prosedur kedua dengan sangat cepat gue lakuin, minta handphone Nokia kepunyaan abang gue. Kali ini tidak ada masalah dan berjalan lancar. Walaupun chasing sudah agak lecet, N78 pilihan yang menurut abang gue lebih baik dari 5800. Gue perlahan mulai bisa melupakan musibah di tempat fitness.

Kembali ke kosan dengan motor pinjaman, Gue memikirkan cara terhemat untuk prosedur ketiga : Umumkan nomor baru ke kerabat dan teman terdekat. Yahoo Messanger dan Facebook jadi pilihan. Bersyukur ada teknologi itu, setidaknya bisa menghemat pulsa IM3. Setelah mencari tahu bagaimana mengirim pesan ke semua orang, akhirnya info kehilangan handphone dan pergantian nomor ada terkirim ke semua yahoo ID yang ada di list YM gue.

Sedetik pertama hanya satu orang yang merespon dan hanya menjawab OK. Gue mengangguk-anguk.

Detik-detik berikutnya beruntun sampai belasan sekaligus dengan pertanyaan –pertanyaan seperti “Kok bisa?”, ada juga “Hilang dimana?” dan yang paling gue ngga mengerti “Handphone yang mana?”. Gue geleng-geleng bingung mau balas yang mana dulu. YM gue rusuh!.

Pertanyaan “hilang dimana?” menjadi favorit dan gue merasa sulit menjawabnya. Menjawab hilang di loker fitness akan membawa orang mencaci maki perut gue yang seksi ini. Dan ternyata analisa gue benar.

“Hahaha, udah yo. Perut lu ngga bakalan bisa kurus.” A berkomentar.

“Fitnes? Ngga ngaruh. Secara perut lu udah fix di sana.” B menambahkan.

“Gue bilang lu Diet aja, ngga bakalan bisa lu fitness. Tuh tandanya kan.” Kali ini orang ketiga. Ada lagi keempat, kelima dan seterusnya. Intinya sama seperti itu.

Beberapa ada yang Cuma wii, haha atau Icon Smile ketawa terbahak-bahak. Pendeknya mengetahui gue fitnes akan membelokan perhatian orang dengan informasi utama : gue ganti nomor karena kelihangan handphone. Detail untuk prosedur ketiga dari pengalaman : hati-hati dengan respon YM yang beruntun dan tambahan dari teman gue, “Seharusnya lu bilang aja ganti nomor, jangan bilang kehilangan HP.”

Beberapa menit setelah YM gue tidak rusuh lagi gue ngomong ma teman gue yang memberi saran untuk detail nomor tiga.

Gue : Lu tanya dunk gue lagi ngapain

Temen gue : Hah? Ya deh gue tanya

Gue : Lagi belajar pake hape baru. 4 Prosedur sudah gue jalankan dengan kembali tambahan detail dari orang yang sama, “Ngapain lu kasih tau orang?”

Tweet this!Tweet this!