Posted: May 31st, 2009 | Author: giovaniharyadi | Filed under: .life | No Comments »
Gara-gara nonton film Batman The Dark Knight, gw baru tidur pukul empat pagi. Filmnya emang keren dan jokernya jauh lebih keren dari filmnya.
Lalu pukul enaman, jika dilihat pake mata minus 2.5 dari jarak sehitar 2 meter antara tempat tidur dan dinding dimana jam itu dipaku, ada suara aneh, cempreng namun tidak asing yang berasal dari bawah.
Tut..tut..prengg…Tut..tut tra la la preng…..
Bunyi apa itu? gw ngga bisa menggambarkan suara saksofon (baca suck so fon) nya bapak kosan dengan lebih baik lagi. Cempreng dan putus-putus. Pokoknya jauh dari kesan indah dan menyenangkan untuk didengar. Gw sampai bingung kenapa Arfah, teman gw anak TL 2004, bilang suaranya asyik dan enak untuk didengar.
Baru tidur 2 jam lalu dibangunkan dengan bunyi yang memekakan telinga. Bisa dilaporkan sebagai ‘perbuatan tidak menyenangkan ngga ya?
Lalu gw shalat subuh karena disamping belum melaksanakan, katanya dapat meredakan emosi. Shalat dapat menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar. Kalo ngga salah hadistnya seperti itu. Shalat pun diiringi dengan alunan musik sucksofon. Mungkin karena tidak fokus gara-gara suara dari neraka itu, shalat gw tidak mencengah gw dari perbuatan keji dan mungkar.
Gw memutar lagu via Media Player di Laptop dan volume diatur maksimal.
Kamar gw tepat diatas tempat kejadian perkara dimana bapak kosan biasa menggunakan sucksofon, bukan memainkan karena seperti itu bunyinya. Terjadi perang akustik antara speaker harman/karbon gw dengan sucksofon bapak kosan. Lagu Salah nya Lobow menjadi senjata pertama gw. System of Down atau malah Slipknot masih disimpan sebagai ultimate weapon.
Akhirnya gw menang, disaat pertengan lagu bapak kosan berhenti menggunakan sucksofon.
Sebenarnya gw kasian kalau melihat bapak kosan tercinta (karena satu-satunya makanaya tercinta) menggunakan barang yang ingin gw lumuri oli TOP ONE atau PERTAMAX dari dulu itu. Gw pernah melihat dia ngos-ngosan ketika berhenti ditengah-tengah penggunaan alat yang seharusnya berfungsi sebagai alat musik itu. Nafasnya sudah tidak mumpuni sebenarnya, tapi entah tenaga tambahan dari mana didapat olehnya. Mungkin memakai teori afrer burner pada pesawat.
Gw tekan tombol stop di atas keyboard laptop gw, dan tertidur dengan senyum kemenangan.
..Hari ini hari milikmu…
..Tapi bersiap jika esok masih terbentang…
>:)
Posted: May 19th, 2009 | Author: giovaniharyadi | Filed under: .think | No Comments »
Apa hubungan presiden dan warna? ternyata ada hubungan yang entah kebetulan atau tidak. Golkar dan Hanura sama-sama warna kuning. Makanya Jusuf Kalla memilih Wiranto sebagai pasangannya. PDI-P juga Gerinda memiliki kemiripan dalam warna dasar, merah. Ada alasan tambahan untuk Ibu Megawati memilih Prabowo.
Sejak awal, JK-Win dan Mega-Pro sudah diatur dengan dibentuknya Hanura yang kuning dan Gerinda yang merah?
Lalu kenapa SBY memilih Boediono. Awalnya memilih SB atau Hatta, tapi kelihatannya tidak kompeten. Lalu karena partai warna biru tidak ada lagi selain PAN, beliau melihat “sesuatu” yang lain yang juga bewarna biru. Bank Indonesia kebetulan memiliki warna logo dan gedung yang sama, Biru. Sehingga terpilihlah Boediono.
Jika analisa “abad ini” benar, mari sejenak melihat arti warna menurut Leatrice Eisman:
Biru
Arti: kesetiaan, ketenangan, sensitif dan bisa diandalkan.
“Biru memiliki arti stabil karena itu adalah warna langit,” kata Eisman. Meski langit kelabu dan akan hujan, kita tahu di atas awan-awan itu warna langit tetaplah biru.
Merah
Arti: Kuat, berani, percaya diri, gairah
Merah adalah warna yang punya banyak arti, mulai dari cinta yang menggairahkan hingga kekerasan perang. Warna ini tak cuma memengaruhi psikologi tapi juga fisik. Penelitian menunjukkan menatap warna merah bisa meningkatkan detak jantung dan membuat kita bernapas lebih cepat.
Kuning
Arti: Muda, gembira, imajinasi
Warna kuning akan meningkatkan konsentrasi, itu sebabnya warna ini dipakai untuk kertas legal atau post it. Kuning juga merupakan warna persahabatan. Jadi Anda sudah bisa menebak jika si dia memberi mawar kuning saat Valentine.
Jadi, ingin memilih presiden yang dapat diandalkan, tenang dan sensitif? SBY orangnya. Atau presiden yang kuat, berani dan percaya diri tinggi? Megawati aja. Jika ingin yang gembira dan suka berimajinasi? Jusuf Kalla.
Posted: May 17th, 2009 | Author: giovaniharyadi | Filed under: .life | 3 Comments »
Temi nanya ke mbak penjual tiket di counter XX1 CiWalk Bandung, “Crank ini gimana filmnya mbak?”
“Banyak adengan porno gitu mbak..”
Entah karena ribut atau karena waktu shalat magrib sudah mepet, Gue tidak terlalu fokus dengan deskiprsi film yang akan ditonton. Banyak adegan porno gitu… Temi bilang, Crank itu film tentang manusia yang jantungnya dicopot. Jadi Gue berpikiran pornonya paling standar saja, perempuan memakai baju seksi dan pamer paha, jika beruntung terlihat juga belahan payudara.
Ternyata ada perempuan telanjang , streptease, dan fuck menjadi seperti titik di setiap percakapan. Tidak hanya porno, tetapi juga banyak adegan sadis. Salah satu adegan sadis yang aneh tapi menjijikan adalah hukuman ala poerto riko. Jika ala Yakuza Jepang dengan memotong jari maka ala poerto riko dengan memotong puting di dada cowok.
Terhitung ada 4 pasangan yang walk out, mungkin karena terlalu sadis atau porno?
Akhirnya film itu selesai, ketika menuju pintu keluar gue mendengar komentar, ” Sepertinya sutradara lagi sakit ketika membuat film ini. Gue langsung setuju, film ini sadis, pornonya ngga asik, malah menjijikan dan sebenarnya aneh. Tetapi di awal film, ada tanda tangan Titi Said untuk lulus sensor..
Hmmm
Posted: May 16th, 2009 | Author: giovaniharyadi | Filed under: .think | 1 Comment »
Jum’at malam, tepatnya 15 April 2009 ada SBY di Sabuga. Beliau mendeklarasikan SBY dan Boediono sebagai pasangan Capres dan Cawapres. Bukan hal yang menarik buat gue, awalnya begitu.
Gara-gara deklarasi itu, Bandung sedikit berubah terutama kawasan Dago. Ketika melewati persimpangan Tubagus, gue kanget dengan “bersihnya” jalan dago, tidak ada pedangang yang biasa memenuhi ruas kiri dan kanan jalan, juga tidak ada kendaraan atau malahan hampir tidak ada orang menjelang perempatan Mc Donald. Gue langsung membayangkan perputaran uang yang hilang malam itu di kalangan wong cilik. Anggap saja satu kios makanan itu dengan omset seratus ribu per malam, dan beranggapan lagi ada sekitar lima puluh kios di kiri dan kanan maka ada yang hilang sejumlah lima juta rupiah. Mungkin lebih atau kurang, tapi untuk beberapa orang disana, satu malam itu bisa jadi berarti banyak dan lima juta rupiah bukan uang yang banyak bagi SBY untuk memberikan santunan.
Terkesan berlebihan, tapi setiap presiden datang, semua dibersihkan. Pedagang, rumah reot dan lainnya. Jangankan presiden, gubernur saja begitu. Peduli amat alasan keamanan jika hanya sekedar dibersihkan begitu saja.
Melewati Mc Donalds, gue lalu melihat sekelompok massa yang dominan pemuda melakukan demonstrasi. Tepatnya ketika itu sedang berada di depan hotel Royal Dago. Berhenti sebentar karena hal ini terasa asing bagi gue. Apalagi ada teriakan-teriakan tidak jelas yang terkesan anarkis dan begitu banyak polisi. Barangkali, ketika suatu pemimpin atau bisa dikhususkan ke presiden datang ke suatu tempat, ada demonstrasi. Entah itu dibayar atau tidak, hal itu berarti ada pihak yang tidak puas dengan kinerja presiden. Gue membayangkan, suatu saat nanti, jika seorang presiden datang ke suatu daerah, beliau tidak disambut seperti biasa dengan keramahan kelas atas pemerintah setempat atau demonstrasi yang terkesan anarkis. Tetapi sang presiden disambut banyak simpatisan yang salut dengan kinerjanya dan pastinya tanpa dibayar atau tanpa skenario. Itulah yang mungkin bisa jadi salah satu parameter kesuksesan merakyatnya si presiden, walaupun gue benci kata-kata “parameter” dan sebenarnya tidak terlalu peduli dengan artinya.
Gue melanjutkan perjalanan melewati Circle K di sebelah jalan dayang sumbi, seluruh mobil diharuskan belok kiri ke jalan dayang sumbi dan tidak boleh lurus ke arah Mc D. Macet pastinya dan tidak semua orang disana atau mungkin semuanya tidak menerimanya. Kembali karena seorang SBY yang menyebabkan macet panjang di jalanan. Kalau ada seorang cowok depresi karena diputusin kekasih hati gara-gara telat bagaimana? Atau seorang Ibu yang akan melahirkan tetapi terhambat dengan kemacetan itu bagaimana? Bagaimana dengan seseorang yang sekarat gara-gara kaderisasi dan mobilnya terhambat karena kemacetan?
Bisa jadi sih ambil jalan lain, tapi intinya yang gue pikirkan adalah bisa ngga kemacetan itu tidak terjadi hanya karena seorang presiden datang?
Melewati jalanan, berhenti di setiap lampu merah ada banyak anak kecil ngamen atau sepertinya menjual batu asah. Ada orang buta, polio, cacat dan sebagainya yang menjadi pengemis. Ibu-ibu gemuk yang mengawasi anak-anak tadi ngamen. Bahkan ada yang baru berumur sekitar 3 tahun, tidak sampai 5 tahun. Ingat potongan lagu iwan fals, walau mungkin salah,
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu..dipaksa pecahkan karang, lemah jarinya terkepar.
Seandainya sistem pendidikan lebih baik dan lebih merata, pastinya anak-anak pemecah karang ini bisa berkurang jumlahnya. Seandainya dana pendidikan tidak dikorupsi, pastinya sistem pendidikan lebih baik dan lebih merata. Seandainya para pemimpin kita jujur, berintegritas (kata apa ini ya), dan komitmen dengan pendidikan, pastnya dana pendidikan tidak dikorupsi. Yah itu hanya berandai-andai
Seandainya Presiden kita merakyat dan jujur. Mungkin SBY sudah, tetapi beliau saja tidak cukup. Jadi lebih tepatnya Seandainya para pemimpin kita banyak yang merakyat dan jujur.. Yah, seandainya begitu untuk Indonesia yang lebih baik.
Posted: May 11th, 2009 | Author: giovaniharyadi | Filed under: .Engineering | 6 Comments »
Tuliasan ini sebagai tugas matakuliah Akustik (TF-3104) dengan dosen Pak Joko Sarwono
Dalam masa damai kemajuan-kemajuan ini tidak akan tercapai. Atau bila tercapai juga, tentu dalam jangka waktu yang jauh lebih lama. Tetapi dalam perang, uang dan tenaga tidak jadi soal. (kutipan dari buku Perang Eropa jilid 1 tentang kemajuan teknologi pada masa perang).
Teknologi di bidang akustik untuk peperangan sudah berkembang sejak perang dunia kedua. Ketika itu, para ilmuan Jerman dibawah kekuasaan Adolf Hitler membuat ranjau akustik, sebuah ranjau yang akan meledak disebabkan suara berisik kapal ataupun kapal selam. Ranjau ini dibuat dengan tujuan utama meledakan kapal perbekalan dan juga kapal perang Inggris. Selain itu sebagai balasan atas kerusakan yang disebabkan ranjau magnetis Inggris yang telah merusakan banyak kapal perang Jerman. Ranjau ini bekerja dengan baik sebagai senjata penghancur kapal inggris disamping kapal selam U-Boot.

Ranjau Akustik
Ilmuan Inggris kemudian menjawab dengan bagian hulu kapal yang sengaja diberikan suara berisik dengan tingkat tekanan suara tinggi. Suara itu dapat menghancurkan ranjau tanpa membahayakan kapal. Kemudian Jerman memodifikasi ranjau akustiknya dengan dapat menunda ledakan beberapa saat, sehingga walaupun Inggris melakukan “pembersihan”, ranjau akustik tetap meledak dan merusakan kapal.
Perang sarjana antara Inggris dan Jerman telah membawa inovasi dalam pengembangan ranjau akustik. Pada prinsipnya ranjau akustik merupakan sebuah tipe ranjau yang merespon perubahan tekanan dan informasi akustik. Ranjau akustik yang digunakan pada perang dunia kedua secara pasif akan mendengarkan suara kapal dan meledak. Perkembangan selanjutnya, ranjau akustik modern dapat bekerja secara pasif dan aktif. Dalam kondisi aktif, ranjau dapat mengirimkan sinyal akustik untuk mencari dan mengidentifikasi target. Jika tidak dengan ranjau akustik, maka torpedo diluncurkan untuk menghancurkan target.
Ranjau akustik menggunakan sebuah hydrophone sebagai alat pendengar utama. Hydrophone merupakan microphone yang didesain untuk keperluan bawah laut dengan memakai transduser piezoelektrik yang mengubah perbedaan tekanan menjadi aliran listrik. Dengan dilengkapi Hydrophone, ranjau akustik dapat “mendengar” noise yang disebabkan mesin, baling-baling kapal dan lainnya yang disebabkan oleh pergerakan kapal. Noise inilah yang menggerakan diaphragm pada hydrophone kemudian menekan saklar yang menyebabkan sirkuit elektrik internal mengatur peledakan.
Tidak hanya merespon informasi besaran akustik yang didapat, ranjau akustik modern juga diprogram untuk merespon perubahan tekanan. Kapal yang sedang berlayar akan menyebabkan perubahan ketinggian air yang menyebabkan perubahan temperatur dan dapat dimonitor ranjau akustik. Beberapa dari ranjau cerdas ini dapat membedakan kapal besar dan kapal kecil sehingga hanya membahayakan kapal perang dengan ukuran besar dan aman untuk kapal-kapal kecil seperti kapal nelayan.
Selain ranjau yang dapat “mendengar”, senjata dengan teknologi akustik lainnya adalah torpedo akustik. Torpedo yang biasanya ada di kapal selam ini ditembakan ke sumber suara yang memiliki karakteristik tertentu atau mencari sumber itu dengan menggunakan Sound Navigation and Ranging(SONAR).

Torpedo Akustik
Torpedo dengan jarak tembak menengah ini pertama kali dikembangkan oleh Jerman pada kapal selam U-Boat. Ketika itu digunakan untuk menghancurkan konvoi kapal perdagangan Inggris. Sebelum torpedo ini ditembakan, target “dikunci”. Sebuah fire control system akan mengatur pencarian target serta menghitung parameter seperti jarak torpedo dengan target.
Pada dasarnya torpedo akustik dilengkapi dengan sensor akustik dengan mid-frequency yang didesain untuk mendeteksi sumber suara yang bergerak atau mencari target dengan bantuan (SONAR). Secara teknis, sensor yang digunakan adalah dua hydrophone di masing-masing sisi. SONAR merupakan teknik menggunakan propagasi suara bawah laut untuk berkomunikasi atau mendeteksi sesuatu. Ketika torpedo dengan SONAR pasif sudah mendeteksi target, maka akan berpindah ke sistem SONAR aktif lalu memulai untuk menyerang.
Teknologi akustik dalam perang juga dapat digunakan untuk menjaga wilayah teritorial perairan. Para ilmuan menempatkan dalam beberapa sensor akustik dan peralatan sonar khususnya pada kapal. Penggunaan spektrum akustik memungkinkan suatu negara mengenali benda asing seperti kapal musuh yang masuk ke wilayah mereka.
Kemudian banyak kapal selam yang mempunyai peralatan yang dapat membuat keadaan akustik tertentu yang sulit dideteksi musuh, hal ini memungkinkan mereka untuk bergerak diam-diam atau berada pada sebuah “perisai” akustik yang membuat tidak jelas pihak musuh dalam menangkap karakteristik suara kapal. Selain itu Emisi Energi Akustik di kapal selam juga digunakan untuk mengacaukan sistem elektronik musuh dan dapat memblokir pemakaian spektrum akustik namun tidak menganggu sistem pada kapal atau kapal selam sendiri.

U-Boot
Konsep “perang akustik” ini juga dimulai pada masa perang dunia kedua, ketika kapal selam Jerman U-boat yang dapat mendeteksi secara jitu keberadaan kapal perang sekutu kemudian menghancurkannya lalu menghilang. Kapal selam andalan Hitler ini merupakan alat perang yang memanfaatkan emisi akustik untuk bergerak secara diam-diam di wilayah berbahaya musuh tanpa ketahuan. Ratusan ribu ton total berat kapal yang dihancurkan U-boat namun disisi lain merupakan tonggak awal perkembangan teknologi akustik, terutama dalam bidang militer. Terbukti banyak negara setelah perang dunia kedua melakukan riset dan investasi dalam jumlah besar untuk mengembangkan kapal atau kapal selam terutama dari sisi akustik untuk pertahanan negara.
Sumber
http://www.wisegeek.com/what-is-an-acoustic-mine.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Acoustic_mine
http://en.wikipedia.org/wiki/Acoustic_torpedo
P.K.Ojong.2006.Perang Eropa Jilid 1. Jakarta : Penerbit Buku Kompas.
Posted: May 11th, 2009 | Author: giovaniharyadi | Filed under: .think | No Comments »
Cooming Soon..
bukan Kaming Son, atau Kaming soon atau apalah…
Posted: May 11th, 2009 | Author: giovaniharyadi | Filed under: .life | 1 Comment »
Setelah sekian lama mati, akhirnya bloGIo kembali lagi dengan format yang lebih rapi dan enak untuk dibaca, tentunya ini pendapat sangat personal. Beberapa orang yang sangat beruntung sudah melihat bloGio versi 1.0 dengan themes Dielecto, kembali pendapat yang teramat subjektif. Sekadang hadir dan anggap versi 2.0 biar keren dengan themes ala jerman. Kenapa tahu jerman? karena menemukan bahasa asing ketika download themes, dan dengan percaya diri tinggi mengatakan itu bahasa Jerman.
bloGio kembali karena hasrat ingin menulis lumayan tinggi tetapi dengan tidak tahu diri ingin keren dengan hosting nama sendiri, giovaniharyadi.com. Sudah lama ingin hosting, mungkin pihak andalan sudah kesal melihat rudij (nama samaran gue ketika memesan domain giovaniharyadi.com) ketika memesan paket bronze seharga 15.000 perbulan, lalu jatuh tempo, lalu pesan lagi dan lagi-lagi jatuh tempo. Tetapi selalu terbentur dengan kesibukan kuliah sebagai alasan yang dibuat-buat dan ngga ada duit sebagai alasan paling logis.
Lalu kenapa akhirnya jadi juga? penting buat dibahas? yah karena menurut gua adalah salah satu hal yang tidak penting itu memikirkan hal itu penting atau tidak. Blog ini jadi dengan begitu cepat, dimulai dari tugas matakuliah akustik yang membuat tulisan tentang akustik lalu publikasi di note facebook atau blog. “Supaya karya kalian dapat dinilai banyak orang.” begitu ucap Pak Joko, dosen gue.
Sebenarnya cukup dengan bikin note di facebook, namun berhubung gue sangat berhasrat mempunyai blog dengan nama sendiri, akhirnya terbesit (kembali) niat untuk hosting dan buat blog. Sumber satu-satunya uang gue adalah Papa dan Mama tercinta. Dengan sedikit permainan kata-kata, meminta uang untuk keperluan kuliah, akhirnya gue mendapat uang hosting dari Papa dan Mama tercinta. Dengan motor pinjaman kemudian hujan deras dan gelapnya malam, gua pergi ke ATM BCA simpang dago untuk transfer ke rekening si Mumpuni, penyedia Hosting, sebut saja namannya begitu. Tidak sampai dua jam, Mumpuni sudah mengaktifkan giovaniharyadi.com.
Yess..
Tengah malam itu berencana menyelesaikan tugas akustik setelah berdiskusi dengan serorang dokter tentang bagaimana cara membunuh orang dengan frekwensi rendah dan mengapa dia meninggal. Namun godaan mendesain blog, lebih tepatnya mencari theme yang minimalis namun keren dan jadinya berjam-jam habis mencari theme dan otak-atik sedikit sampai error.
Selasa Malam, 11 Mei 2009. Tepat sehari setelah domain diaktifkan, blog gua akhirnya terlihat jadi. Sambil mengetik tugas akustik, mengedit kembali themes ala jerman, sambil mendengar curhatan teman juga, ditambah mendengar suara musik menjadi awal dari blog ini.
Semoga bermanfaat deh..
Posted: May 11th, 2009 | Author: giovaniharyadi | Filed under: .Engineering | 3 Comments »

Abstrak
Global Potisioning System (GPS) merupakan sebuah sistem pelacak posisi di bumi. Sistem ini terdiri dari beberapa satelit, pengendali satelit dan receiver. Prinsip kerjanya adalah GPS receiver mengkalkulasi waktu tempuh gelombang radio yang dipancarkan oleh lebih dari dua satelit. Dari waktu tempuh ini posisi receiver ditentukan. Penggunaan GPS receiver untuk pemodelan sistem secara real time memanfaatkan kemampuan GPS dalam melacak posisi. Beberapa receiver akan dipasang di benda yang akan dikenali posisinya. Kemudian receiver akan mengirimkan informasi posisinya ke komputer yang akan diolah menjadi model 3 dimensi. Pengembangan dilakukan dengan membuat GPS receiver yang memiliki akurasi tinggi serta kemampuan mengirimkan data.
Kata kunci GPS,receiver,frekwensi
1. Receiver GPS, pendeteksi Gelombang Radio sebagai penentu posisi
Gelombang elektromagnetik merupakan perpaduan medan listrik dan magnetik yang merambat tegak lurus satu sama lain dan tidak memerlukan media untuk merambat. Radiasi dari elektromagnetik dibedakan berdasarkan frekwensinya, gelombang radio, inframerah, cahaya tampak, ultraviolet, sinar x dan sinar gamma. Salah satu alat untuk mendeteksi gelombang elektromagnetik adalah receiver Global Positioning System (GPS) yang menangkap gelombang radio dari pemancarnya, yaitu beberapa satelit yang mengililingi bumi.
GPS sendiri merupakan suatu sistem pelacak posisi yang terdiri atas satelit, pengendali dan receiver. Untuk mendeteksi posisi receiver, dibutuhkan dua atau tiga satelit yang memancarkan gelombang radio yang memiliki frekwensi tinggi.
Receiver GPS akan mengkalkulasi waktu tempuh gelombang radio hingga informasi tentang jarak antara receiver dan satelit pemancar diketahui. Dengan informasi waktu tempuh dan kecepatan dari besaran frekwensi gelombang maka jarak akan diketahui. Jarak ini menentukan jari-jari dari medan elektromagnetik yang berbentuk bola dimana posisi receiver berada pada salah satu sisinya. Kemudian irisan dari beberapa medan elektromagnetik dari beberapa satelit akan dapat menentukan posisi dari receiver.
Sebagai contoh, satelit pertama memberi tahu receiver berada x meter dari Boise, dimana x dapat berada pada setiap titik di lingkaran dengan pusat Boise. Kemudian yang kedua y meter dari Minneapolis. Dari dua satelit, kita mendapatkan dua titik. Satelit ketiga memberi tahu posisi receiver adalah y meter dari Tucson. Titik temu dari ketiga satelit ini merupakan posisi dari receiver.
2. Pengguna GPS
GPS sudah terintegrasi di banyak sistem seperti mobil dan Handphone sehingga pemakai juga semakin luas. Apakah hanya sekedar pelacak posisi pada handphone atau sebagai pembantu dalam menentukan arah dan tujuan untuk mobil. Disamping itu, GPS juga digunakan dalam perjalanan maupun ekspedisi yang memakai receiver khusus. Semakin rendah harga dan semakin mudah untuk digunakan, maka pengguna yang membutuhkan GPS juga semakin luas. Posisi merupakan informasi yang penting dan dapat dikembangkan untuk berbagai macam keperluan.
3. Ide Pengembangan GPS
Penggembangan dari GPS dapat berupa perluasan pemakaian dan perbaikan penerimaan gelombang radio. Berikut beberapa pengembangan dari GPS yang telah dipatenkan
|
Penemu
|
Paten
|
Abstrak
|
|
Jamel, Mitchell W. (Boynton Beach, FL)
Bertagna, Patrick E. (Los Angeles, CA)
Davis Jr., Ralph H. (Lauguna Beach, CA) |
Footwear With GPS
|
The invention discloses a locator unit contained within footwear providing a method for GPS position determination and transmission of said location determination data to a central monitoring station which disseminates the data through the use of proprietary software, wireless communications, land based wire systems and the Internet.
|
|
Katsu Nakamura
|
Unmanner Helicopter
|
GPS devices (GPS receivers and corresponding GPS antennas) for detecting a location of an airframe are provided. An autonomous control section (e.g., an autonomous control box) including a data communication device for communicating with the ground and a control board having a built-in control program is provided. An unmanned helicopter flies depending on airframe data such as an attitude and a speed of the airframe, engine speed, and a throttle angle and flight data such as a location and a direction of the airframe. The autonomous control section is provided with a plurality of different type of GPS devices.
|
|
Osterdock, Terry N.; Westcott, David C.; Hua, Quyen D.;
|
GPS synchronized frequency/time source
|
A GPS-based frequency/time source of the present invention provides an accurate, traceable low cost reference. In particular, the GPS-based frequency/time source includes a GPS receiver, a variable frequency oscillator and a micro processor. The GPS receiver receives and produces as output signals GPS information, whereas the variable frequency oscillator has a frequency control input terminal and produces an output frequency signal, and is coupled to the GPS receiver. The micro processor is coupled to receive the output signals produced by the GPS receiver and produces an error signal indicative of a difference in frequency between GPS synchronized frequency and the output frequency signal of the variable frequency oscillator. Circuitry is responsive to the error signal to produce an electronic frequency control signal, which is applied to the frequency control input of the variable frequency oscillator so as to cause the difference in frequency to be reduced. In this manner, a low cost oscillator may be employed in such a way as to produce a very accurate output frequency signal.
|
Contoh penemuan diatas menunjukan beberapa aspek penting dalam pengembangan GPS yaitu, pemakaian yang luas seperti pada sepatu. Pengembangan informasi yang didapat seperti arah dan kecepatan, misalkan pada pesawat atau helikopter. Kemudian pengolahan data yang lebih akurat dengan biaya rendah.
Pengembangan GPS yang direncanakan adalah penggunaan GPS sebagai permodelan suatu sistem yang dapat menggambarkan kondisi sistem tersebut dalam real time. Misalkan suatu benda dipasang receiver GPS di beberapa titik sehingga tergambar model tiga dimensinya. Pergerakan setiap titik akan dideteksi oleh satelit sehingga kemudian dari receiver dikirim ke komputer sehingga bentuk pergerakan benda maupun perubahan bentuknya dapat dideteksi.
Beberapa langkah untuk merealisasikannya adalah:
· Menggunakan sistem receiver GPS berbasis nano sehingga berukuran kecil, murah dan handal. Hal ini diperlukan agar receiver GPS tidak mengganggu sistem yang akan dimodelkan, penempatannya di banyak titik pada benda dan proses data yang lebih cepat.
· Menambah akurasi dari receiver sehingga dapat mendeteksi perubahan posisi dari setiap titik pada benda.
· Konfigurasi handal hardware dan software pada komputer yang akan menerima data dari receiver. Hal ini diperkukan karena data yang diproses sangat besar ditambah permodelan tiga dimensi yang membutuhkan performansi komputer tingkat tinggi.
Beberapa kegunaan dari sistem permodelan GPS ini adalah
· Dapat mempelajari fenomena fisika, mekanikal dan lainnya pada benda yang bergerak pada berbagai macam kondisi fluida dimanapun dan kapanpun.
· Mampu mengkontrol dan memonitor benda bergerak seperti pesawat dengan lebih baik lagi. Hal ini karena kita mampu melihat model 3D yang representatif kepada sistem yang dikontrol.
Bila sistem permodelan GPS ini dapat direlalisasikan, maka dapat digunakan oleh banyak pihak dengan bidang yang sangat luas. Bukan tidak mungkin kita dapat melihat simulasi langsung dari mobil yang bergerak di jalan raya. Atau kita dapat dengan mudah mencari benda yang hilang dan mengenalinya langsung karena receiver GPS berbasis nano akan mengirimkan informasi ke satu sumber saja. Pengguna dapat dari kalangan industri otomotif, pesawat maupun instansi pemerintahan atau pihak swasta.
Pengembangan yang paling krusial adalah pada pembuatan receiver GPS dengan akurasi tinggi. Dibutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya besar. Pembuatan mungkin memakan waktu skala tahun dan pengembangan terus dilakukan. Tetapi produk jadinya tidak terlalu mahal karena berbasis nano yang membutuhkan daya kecil. Diperkirakan untuk satu receiver tidak boleh lebih dari lima juta rupiah.
Komputer yang digunakan harus handal. Jika perlu menggunakan workstation dengan estimasi harga satu setnya sekitar 80 juta rupiah. Tetapi tidak tertutup kemungkinan menggunakan komputer dengan harga jauh lebih murah, tergantung kebutuhan pengolahan data.
4. Sumber
Receiver GPS, pendeteksi Gelombang Radio sebagai penentu posisi
· http://electronics.howstuffworks.com
· http://72.14.235.132/search?q=cache:umQ6bHGTXtQJ:astacala.org/admin/print.php%3Fid%3D1174407493%26archive%3D1189185563+keterbatasan+GPS&cd=19&hl=en&ct=clnk
Ide Pengembangan GPS
· http://www.freepatentsonline.com/6788200.html
· http://www.faqs.org/patents/app/20090069957
· http://www.eipa-patents.org/Cell-Phones/Find-patent-GPS-synchronized-frequency-time-source-514015.htm
· http://ipp.gsfc.nasa.gov/ft-tech-GPS-NAVIGATOR.html